Ekspor Sumatera Selatan Capai US$4,25 Miliar — Momentum Emas bagi Pengusaha Muda
Di posting oleh Fedro -
Senin, 12 Januari 2026 pukul 11:03
Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat capaian ekspor sebesar US$4,25 miliar, menandakan bahwa potensi ekonomi daerah ini tak hanya besar untuk pasar dalam negeri, namun juga berdaya saing di pasar global.
Postingan Instagram BPD HIPMI Sumsel menyebutkan bahwa komoditas unggulan yang berkontribusi besar antara lain karet, pulp kayu, dan batubara.
Mitra utama ekspor Sumsel adalah Tiongkok, dengan nilai mencapai US$1,64 miliar atau sekitar 38,75% dari total ekspor.
Capaian ini membuka peluang nyata bagi pengusaha muda—khususnya anggota HIPMI Sumsel—untuk masuk ke ranah ekspor, menambah nilai produk, dan memperluas kolaborasi global.
1. Signifikansi Capaian Ekspor bagi Ekonomi Sumsel
Angka ekspor US$4,25 miliar menunjukkan daya saing Sumsel di pasar internasional.
Dominasi komoditas primer seperti karet, pulp kayu, dan batubara memperlihatkan kekuatan sektor sumber daya alam.
Fakta bahwa Tiongkok menyerap hampir 40% ekspor Sumsel menunjukkan adanya jalur perdagangan utama yang bisa diperkuat sekaligus didiversifikasi.
2. Peluang bagi Pengusaha Muda & Anggota HIPMI Sumsel
Komoditas unggulan tersebut bisa dijadikan titik awal untuk menambah nilai tambah.
Misalnya: karet menjadi produk jadi, pulp kayu jadi furnitur atau kertas bermerk ekspor, dan batubara dikembangkan dalam rantai industri energi.
Peluang besar terbuka untuk mempelajari standar ekspor, logistik internasional, dan regulasi perdagangan global.
HIPMI Sumsel dapat menjadi wadah untuk pelatihan dan kolaborasi antar anggota agar siap ekspor.
Sudah saatnya pengusaha muda membangun mindset global — bukan hanya menjual ke lokal, tapi siap bersaing di pasar ekspor.
3. Tantangan yang Harus Dihadapi
Sebagian besar ekspor masih berupa komoditas primer, belum banyak produk olahan bernilai tambah tinggi.
Pengusaha muda perlu akses ke modal, teknologi, dan pelatihan ekspor agar bisa naik kelas.
Infrastruktur logistik dan standardisasi produk masih perlu diperkuat untuk memperlancar rantai pasok ekspor.
Ketergantungan pada satu pasar (Tiongkok) membawa risiko, sehingga perlu diversifikasi ke pasar ASEAN, Timur Tengah, atau Eropa.
4. Peran HIPMI Sumsel
Sebagai organisasi penggerak pengusaha muda, HIPMI Sumsel memiliki peran penting dalam mendorong ekspor daerah:
Memfasilitasi edukasi dan pelatihan seputar ekspor, regulasi internasional, branding global, dan teknologi industri.
Membangun networking antara anggota dengan eksportir mapan, instansi pemerintah, dan asosiasi dagang luar negeri.
Mendorong inovasi dan transformasi industri dasar menjadi industri bernilai tambah ekspor.
Mendukung kebijakan daerah yang mempercepat lahirnya pengusaha ekspor muda dari Sumsel.
5. Ajakan untuk Bertindak
Kepada seluruh pengusaha muda dan anggota HIPMI Sumsel:
Mulailah riset kecil terkait komoditas unggulan dan peluang ekspor.
Ikuti program pelatihan ekspor dan manajemen bisnis global yang difasilitasi HIPMI Sumsel.
Bangun kolaborasi antar anggota — dari produsen bahan mentah, pemasar digital, hingga distributor ekspor.
Visualisasikan bisnis Anda sebagai brand global dari Sumsel yang berkontribusi bagi ekonomi nasional.
Penutup
Capaian ekspor US$4,25 miliar bukan sekadar angka statistik—melainkan momentum emas untuk pengusaha muda Sumatera Selatan.
Dengan potensi komoditas unggulan dan mitra besar seperti Tiongkok, kini saatnya bertransformasi dari pelaku lokal menjadi pelaku global.
“Dari Sumsel untuk Dunia — ekspor bukan akhir, tetapi permulaan dari cerita sukses pengusaha muda.”